Ichsan
Ketika saya jalan-jalan pada Minggu pagi ada sebuah slogan berkaitan dengan hari anak nasional yang jatuh pada hari Sabtu 17 Oktober 2009 kemarin, slogan tersebut berbunyi “Jangan Meng ekploitasi anak demi keuntungan dan ambisi orang tua”. Ada sebuah gambar dalam slogan tersebut, yaitu seorang anak usia SMP yang harus membawa beban berat, jelas anak tersebut tidak mengenyam pendidikan.
Nabi Ibrahim as. mendapat perintah dari Allah swt. menyembelih Ismail anaknya. Ini adalah urusan aqidah, jauh dari persoalan duniawi atau ambisi.
Hikmahnya, kita sebagai orang tua harus mengedepankan aqidah anak-anaknya, setelah ilmu agama dan aqidahnya terasa kuat, baru anak dipersilahkan memilih pendidikan yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Yang perlu diingat adalah aqidah dan ilmu serta praktek spiritual harus dinomor satukan.
Ismail begitu mengetahui bahwa dirinya akan disembelih, yang ternyata adalah perintah Allah, maka Ismail pasrah dan ihlas mengikuti perintah orang tua dan Allah swt.
Hikmahnya: Ketaatan seorang anak pada orang tua yang begitu tulus ihlas, selama ketaatan tersebut dalam koridor aqidah yang benar. Seorang anak harus mau dan tulus, untuk sejenak menempuh dan mendalami ilmu serta mengamalkan ilmu agama sebagai dasar, ketika usia masih berada di SMP dan SMU, konsekwen sinya adalah sejenak meninggalkan kesenangan usia puber, karena harus meluangkan waktu secara serius dan tekun mendalami ilmu agama diluar jam sekolah.
Ingat usia SMP dan SMU adalah saat-saat menentukan untuk mendalami ilmu agama secara serius, bukan waton kelakon. Atau waktu-waktu senggang hanya dibuang dijalanan menuruti ketidak pastian usia pubertas, yang si pelakunya kadang bingung apa sebenarnya yang aku cari. Nak kembalilah dan duduk sejenak belajar agama. Korbanlah waktu hura-huramu, jangan hura-hura sekarang, dan investasikan untuk mengambil kesenangan tersebut besuk setelah menginjak usia orang dewasa dan tua nanti.
Semoga ada manfaatnya


