BILIK EMBUN PAGI

JALAN-JALAN KE PEKALONGAN

Ichsanuddin

       Sabtu pagi tanggal 28 April 2007, bersama 3 orang teman, dar semarang  meluncur ke arah barat melewati Kab. Batang dan akhirnya sampailah kami ke Kota Batik Pekalongan.

       Kami mendatangi MAN 2 Pekalongan, ada satu dialog yang sangat menarik untuk kita simak, Bahwa kebanyakan  siswa kurang suka terhadap keimuan yang tidak ada keterampilannya, namun mereka lebih suka kepada ilmu yang siap pakai, misalnya cara menenun, cara menjahit, cara menjadi montir dan sebagainya, kenapa bisa begitu, karena setelah lulus nanti langsung bisa digunakan untuk membuka usaha kecil-kecilan.

       Suatu pandangan pragmatif yang tidak bisa kita bantah, barangkali ini adalah suatu perkembangan bahwa manusia sudah mulai faham apa arti sebuah tujuan, bahwa secara sederhanatujuan manusia adalah mencari nafkah agar bahagia di dunia.

       Namun kita harus ingat bahwa ada tujuan hidup jangka pendek yaitu dunia sekarang ini, namun ada juga tujuan jangka panjang yaitu akhirat. Siapapun orangnya tentu tidak mau masuk neraka yang abadi itu kan? Hidup ini singkat sekitar 100 tahun kita bisa menikmati udara dunia, namun setelah itu kita akan hidup abadi, dan silahkan pilih abadi di Surga atau abadi di Neraka? Toh beramal yang menyebabkan kita masuk surga itu tidak merugikan diri kita dan orang lain, bahkan justeru menguntungkan.

        Marilah kita berbuat yang bisa menguntngkan kita di dunia dan di akhirat.

       Sekian sarapan pagi kali ini.

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s