RSS

SOLO DI ANTARA WONOGIRI SRAGEN

08 Jun

SOLO DI ANTARA WONOGIRI SRAGEN

Solo Wonogiri, Solo Sragen

 

Ichsan

*

Bersama angin pagi

Aku keluar menuju Solo

Lewat Bawen, Salatiga dan Boyolali

Kurang lebih empat jam sampailah ke Tirtonadi

*

Bus Praci lewat Wonokarta

Aku lihat sesosok Radio Station FM

Aku merasa bahagia karena yang ku cari telah ketemu

Suasana masyarakatnya begitu ramah dan mudah ditanya

Tersenyum sebelum bicara

Suasana akrab langsung mewarnai perbincangan kami

Mereka begitu ingin mengenal

Mereka begitu ingin menyapa

Mereka begitu hormat pada orang asing

Terima kasih Tuhan ternyata banyak hamba Mu yang masih ramah dan bersahabat

*

Sejenak aku kembali ke Titonadi

Sejak pagi aku belum sarapan

Melihat banyak warung makan sekitar Terminal aku jadi semakin lapar

Aku pilih yang sudah ada daftar harga pada tiap menu

Biasa, karena takut kemahalan

Memang murah daftar harga menunya

E…..ternyata

Makanan kecil yang tak ada daftar harganya jadi sangat mahal

Yah inilah lapangan……

Benar juga kata Imam As-Syafi’i

Harus tahu harganya dulu baru kemudian makan

Tapi orang biasanya makan dulu

Setelah selesai makan

Baru tanya harga

Yah kethuthuk…

Maaf sekadar pengalaman barangkali berarti,

 Bila kita pergi ke kota-kota besar tentunya.

*

Solo Sragen

Aku tanya karena memang bingung:

“Mbak kalau ke Sragen Kota Turun Mana ya?

 Perempuan SMU berkerudung, menjawab :

“Mas……! Anda nanti turun Pungkruk, bisa pakai angkot menuju Alun-Alun kota Sragen”.

Aduh leganya hati ini, sudah dipanggil Mas dan diberi  info tentang Sragen.

*

Sesampai Alun-Alun ake ke arah kanan

Di sana ada Radio Station

Semula Crew nya agak sinis

Setelah Tahu maksudku

Kesinisan itu mencair bersama mengeringnya keringatku

*

Berdasarkan pengalamanku

Lewat Solo pasti banyak pengamen

Maka dari rumah sudah aku persiapkan recehan seratus rupiahan

Kenapa aku persiapkan?

Aku cuma pingin perjalananku nyaman

Aku tidak mau menjadi tidak nyaman hanya karena uang seratus rupiah

Dengan seratus rupiuah dunia jadi indah, kenapa tidak siap-stap dari rumah

Terima kasih Tuhan, karena telah memberi Syariat tentang Shadaqah

Ternyata hanya dengan Shadaqah seratus rupiah saja dunia terasa nyaman.

Al-hamdu lillah

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 8, 2007 in Poetry

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: