RSS

BARISAN ANAK SEKOLAH DI PEMATANG SAWAH

19 Jun

BARISAN ANAK SEKOLAH DI PEMATANG SAWAH

Ichsan

*

Pagi hari di lereng gunung berkabut

Dingin kabut menyeruak masuk paru-paruku

Aroma bunga kopi melebihi harumnya parfum Paris

Kicauan burung lebih merdu dari musik manapun

Suasana itu membuat hatiku damai dan tenteram

*

Pagi yang begitu dingin di lereng gunung

Anak-anak sekolah berbaris satu-persatu

Satu persatu bukan karena ingin teratur jalannya

Tapi karena melewati pematang sawah

Semua membawa bungkusan daun pisang berisi bubur sarapan

Sambil bercanda mereka melahap bubur suru demi suru

Mereka tidak merasa susah walau harus berjalan kaki 10 km menuju sekolah

*

Betapa gigih semangat belajar mereka

Kadang-kadang pulang sampai rumah sudah larut malam

Bukan karena mereka mampir di Mall atau Citra land seperti pelajar metropolis

Namun karena perjalanan mereka yang begitu jauh

*

Mereka mengerjakan PR  menggunakan penerangan lampu minyak tanah

Selesai belajar apabila berkaca maka hidungnya berubah menjadi hitam

Hitam oleh asap lampu sentir minyak tanah

Alunan burung hantu sudah mulai terdengar

Pertanda bahwa mereka harus istirahat

*

Ini bukan fiksi

Ini nyata

Ini realita

Ini bukan sinetron

Ini bukan telenovela

yang membius orang melarat

*

Di antara mereka

Ada yang jadi pejabat pegawai pusat kementrian Negra

Mereka menjadi orang yang bijaksana

Pegawai pusat pemerintahan yang lahir dari pematang sawah

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 19, 2007 in Poetry

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: