RSS

24). GENG MOTOR BANDUNG STYLE ATAU KEPRIHATINAN

08 Nov

Ichsan

 

Kalau orangmau masuk thoriqah Naqshabandiyah misalnya (Thariqah ada macam-macam ada Qadiriyah Shazaliyyah dsb), maka harus di baiat lebih dulu, sehingga orang tersebut diperkirakan mampu merapalkan dzikr kepada Allah yang sudah ditetapkan jumlahn dzikirnya, kalau hariqah itu adalah baiat karena orang ingin masuk syurga, setidak-tidaknya bila kelompokknya masuk surga dengan harapan anggotanya juga ikut masuk surga.

 

Anehnya istilah “baiat” tidak hanya untuk komunitas thoriqah yang nota bene rindu syurga, ternyata geng motor juga mengenal baiat, cuma baiatnya berbeda, anda bisa menyaksikan di detik.com

Saya berharap mereka bisa sadar, dan benar-benar merenungi apa arti hidup, kenapab kita hidup ? untuk apa kita hidup ?, mau kemana kita hidup?.

Serta mengingat jerih payah orang tua yang siang dan malam sibuk mencari rizki, saking sibuknya lupa mengurus anak-anak, sebagai anak seharusnya sadar kenapa orang tua tidak memperhatikan, karena terlalu sibuk menacri nafkah untuk anak-anak, bukankah begitu. Orang tua memang dilematis satu sisi harus memperhatikan anak namun satu sisi harus berjuang dengan maut mencari sesuap nasi. betapa sedih orang tua bila tahu-tahu anaknya berantakan, suka mengganggu ketertiban sosial bahkan sampai anarkhis.

Usia mereka sangat produktif untuk belajar menimba ilmu pengetahuan, mumpung orang tua masih mampu membiayai, sebaiknya gunakan kesempatan belajar tersebut sebaik-baiknya. Kita biasa membayangkan banyak anak orang-orang miskin kepingin sekolah sampai harus berjuang mempertaruhkan nyawa membantu meringankan ekonomi orang tua, agar biasa membiayai sekolah.

Banyak usia SMP disitu, inikah potret masa depan bangsa?

 

Dimanakah sekarang, suara riuh ramai setiap habis maghrib dirumah-rumah penduduk gemuruh anak-anak mebaca Al-Qur’an?

Di mankah sekarang senyum-senyum anak SMP yang yang begitu ramah menyapa setiap orang tua yang lewat?

Di manakah sekarang anak-anak yang damai bermain kelereng, Go back Shout Door, ik ok, benthik (jawa), mobil-mobilan dari kulit jeruk?

Apa sebenarnya yang terjadi dalam dunia pendidikan mereka?

Apakah karena hanya sibuk mempersiapkan materi Ujian Nasional sehingga lupa belajar tentang moral, belajar agama, belajar menenangkan hati, belajar sopan santun, belajar merasakan penderitaan orang lain, belajar lapar?

Ataukah karenja kehilangan teladan dari para guru mereka?

Ataukah karena bertengkar dengan orang tua?

Ataukah karena keluarga tak lagi sejuk damai?

Ataukah dampak dari derasnya informasi yang negatif?

Mari kita sama-sama merenungkan sejenak peristiwa ini?

Kita haturkan peristiwa ini kepada Dzat Yang Maha Bijak

Allah Subhanahu Wata’ala?

Ya Allah Sadarkanlah Bangsa ini?

Yang Penguasa

Yang Rakyat Jelata

Yang Tua

Yang Muda

Laki-laki

Perempuan

Pkokoknya

Sadarkanlah Semua

Rabbana dholamna anfusana wa inlam taghfirlana lanakunanna min alkhasirin.

Amin……….. 

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada November 8, 2007 in Fenomena Sosial

 

One response to “24). GENG MOTOR BANDUNG STYLE ATAU KEPRIHATINAN

  1. ichsan231

    Januari 17, 2008 at 3:03 am

    Wah apa benar yang Komentar ini Bang Iwan Fals, yang sangat beken itu, wah jadi deg-degan deh, trims bang Iwan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: