RSS

58. SITU GINTUNG, AKU IKUT BERDUKA

02 Apr

Ichsan

 

Situ Gintung

Kenapa harus menelan kurban manusia

Saat itu aku pulang kerja pada hari jum’at

Aku terperenjat

saat menyalakan pesawat TV pas meliput Tragedi Situ Gintung

Aku langsung telepon temenku yang berada di Tangerang

Dengan rasa deg-degan aku tunggu jawaban

Sebab aku juga tidak tahu dia tinggal

di Tangerang sebelah mana?

Alhamdu lillah

dia menjawab bahwa lokasi rumahnya jauh

dari Situ Gintung.

Tadi malam aku kagum sama seseorang

Ketika wawancara di SCTV

Ketika bnyak orang mencari

Siapa yang salah

Siapa yang harus bertanggung jawab

Banyak pejabat

Saling menyerahkan tanggung jawab

Saling lempar

Namun pejabat yang satu ini

walaupun bukan dia yang harus tanggung jawab:

Ketika ada pertanyaan dari mahasiswa

terlontar: Sebenarnya siapa dalam hal ini yang paling bertanggung jawab?

Orang tersebut langsung menjawab

SAYALAH YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB

SAYA IHLAS DI ANGGAP BERSALAH

SAYA IHLAS MENJADI ORANG YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB

Sebuah jawaban yang banyak orang ketakutan mengatakan

Ibarat minta maaf

Ibarat pengakuan salah

Ihlas menerima cercaan

Namun apa yang terjadi

Semua mahasiswa tak satupun menyalahkan dia

Tak satupun berani mencemooh orang yang berjiwa besar

Inilah sebuah jawaban yang sangat bijak

“Akulah yang bertanggung jawab”

Mana ada yang lain

Berani berkata seperti itu

Di tengah-tengah hiruk pikuk

manusia mencari siapa yang salah

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada April 2, 2009 in Uncategorized

 

6 responses to “58. SITU GINTUNG, AKU IKUT BERDUKA

  1. sakura

    April 2, 2009 at 2:57 am

    salam ziarah
    sudah lama tak ketemui

     
  2. sakura

    April 2, 2009 at 2:58 am

    salam ziarah
    sudah lama tak ketmui

     
  3. Huang

    April 2, 2009 at 11:56 am

    Sebelum bencana, udah dikasih peringatan kan..

     
  4. ichsan231

    April 7, 2009 at 2:36 am

    Sakura Salam Jumpa.
    Huang terimakasih, semoga kita semua bisa memahami belaian dan perhatian Tuhan, kadang berupa nikamat namun kadang berupa bencana.

     
  5. Huang

    April 7, 2009 at 7:16 am

    Amin.
    Aku juga berharap gitu, moga dapat lebih merasakan perhatian dari Tuhan, pak.

     
  6. ichsan231

    April 16, 2009 at 3:47 am

    Dear, Huang
    Tuhan punya banyak cara untuk menyapa hamba -Nya, hanya saja kadang kita sedih ketika sapaan Tuhan itu berupa ujian

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: